MUHAMMAD JUFRON
SELAMAT DATANG KAWAN
Sports Comments Pictures
Different Types Of Peace Symbol

Total Tayangan Halaman

Selasa, 15 April 2014

morse

Morse dan variasinya Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang huruf Morse. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835. Kotak Morse huruf morse kode morse international Penyampaian kode morse bisa dilakukan dengan berbagai cara. Adapun variasi dari menyampaian pesan kode morse misalnya dengan cara : 1. Peluit Penyampaian kode morse dengan peluit caranya sebagai berikut : Titik (.) diganti dengan peluit pendek STRIP (-) diganti dengan peluit panjang Setiap pergantian huruf diberi jeda beberapa saat Sedangkan pergantian kata diberi jeda agak lama 2. Bandera Titik (.) diganti dengan ayunan pendek STRIP (-) diganti dengan ayunan panjang Setiap pergantian huruf diberi jeda beberapa saat dengan posisi bendera di tengah Sedangkan setiap pergantian kata diberi jeda agak lama 3. Vokal dan Konsonan Variasi penyampaian kode morse lainnya yaitu dengan huruf vokal dan konsonan Titik (.) diganti dengan huruf vokal STRIP (-) diganti dengan huruf konsonan Setiap pergantian huruf dipisahkan dengan tanda plus (+) Sedang pergantian kata diberi jarak (Spasi) Contoh : A = ON , G = H20, I = O2, D = CO2, dsb Contoh kata: PUJI = AN2O + O2N + OH3 + O2 Karena bentuknya seperti rumus kimia maka sering juga disebut dengan Sandi Kimia. 4. Rumput Titik diganti dengan rumput pendek Garis diganti dengan rumput tinggi Setiap pergantian huruf diberi garis bawah (_)

biodata boden powell

baden powell Artikel ini berisi tentang Pendiri Gerakan Kepanduan. Untuk musikus, lihat Baden Powell de Aquino. "Baden-Powell" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Baden Powell (disambiguasi). "Stephe" beralih ke halaman ini. Halaman ini berbeda dengan Steph, Stephie, Stephy, atau Stephen. Robert Baden-Powell, Baron Baden-Powell ke-1 Robert Baden-Powell Pendiri Kepanduan Julukan B-P Dinas/cabang Tentara Britania Lama dinas 1876–1910 Pangkat Letnan Jenderal Komando Chief of Staff, Perang Matabele Kedua (1896–1897), Pasukan Dragoon ke-5 di India (1897), Inspektur Jenderal Kavaleri, Inggris (1903) Perang Perang Anglo-Ashanti, Perang Matabele Kedua, Siege of Mafeking, Perang Boer Kedua Penghargaan Bintang Ashanti (1895),[1] Matabele Campaign, British South Africa Company Medal (1896),[2] Queen's South Africa Medal (1899),[3] King's South Africa Medal ( 1902),[4] Boy Scouts Silver Wolf Boy Scouts Silver Buffalo Award (1926),[5] World Scout Committee Bronze Wolf (1935),[6] Order of Merit (1937), Wateler Peace Prize (1937), Order of St Michael and St George, Royal Victorian Order, Order of the Bath Pekerjaan lain Pendiri Gerakan Kepanduan Internasional; penulis; seniman Tanda tangan Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, Baron Baden-Powell ke-1, Bt, OM, GCMG, GCVO, KCB (play /ˈbeɪdən ˈpoʊ.əl/; 22 Februari 1857 - 8 Januari 1941), juga dikenal sebagai BP, bipi atau Lord Baden-Powell, adalah letnan satu umum di tentara, penulis, dan pendiri Gerakan Kepanduan. Setelah bersekolah di Charterhouse, Baden-Powell bertugas di Angkatan Darat Inggris dari tahun 1876 sampai 1910 di India dan Afrika. Pada tahun 1899, selama Perang Boer Kedua di Afrika Selatan, Baden-Powell berhasil mempertahankan kota yang di Pengepungan Mafeking. Beberapa buku bertema militer yang ditulis untuk pengintaian dan pelatihan pandu di Afrika tahun itu banyak dibaca oleh anak laki-laki. Berdasarkan buku-buku sebelumnya, ia menulis Scouting for Boys, yang diterbitkan tahun 1908 oleh Pearson, untuk pembaca remaja. Selama menulis, ia menguji gagasannya melalui perjalanan berkemah di Pulau Brownsea dengan Brigade Pemuda dan anak tetangganya yang dimulai pada 1 Agustus 1907, yang kemudian dianggap sebagai awal dari Kegiatan Kepanduan. Setelah pernikahannya dengan Olave St. Clair Soames, Baden-Powell, adiknya Agnes Baden-Powell dan terutama istrinya yang sangat aktif memberikan bimbingan terhadap Gerakan Kepanduan dan Kepanduan Putri. Baden-Powell meninggal di Nyeri, Kenya pada tahun 1941. Daftar isi 1 Kehidupan awal 2 Karier Ketentaraan 3 Pulang ke Inggris 4 Perang Dunia I dan kejadian-kejadian selanjutnya 5 Kehidupan pribadi 5.1 Kepercayaan pribadi 5.2 Karya dan tulisan 5.3 Seksualitas 6 Karya 7 Styles 8 Lihat pula 9 Catatan 10 Baca juga: biografi 11 Pranala luar Kehidupan awal Baden-Powell dilahirkan dengan nama Robert Stephenson Smyth Powell, atau lebih akrab dengan panggilan Stephe Powell, di Jalan Stanhope nomor 6 (sekarang Stanhope Terrace nomor 11) Paddington, London pada 22 Februari 1857.[7] Dia diberi nama Robert Stephenson;[8] sedangkan Smyth adalah nama gadis dari ibunya. Ayahnya seorang Pendeta bernama Baden-Powell, seorang Savilian yang mengajar geometri di Universitas Oxford dan telah memiliki empat anak dari kedua pernikahan sebelumnya. Pada 10 Maret 1846 di Gereja St Lukas, Chelsea, Pendeta Powell menikahi Henrietta Grace Smyth (3 September 1824 - 13 Oktober 1914), putri sulung Laksamana William Henry Smyth dan 28 tahun lebih muda. Dengan begitu cepat lahirlah Warington (awal 1847), George (akhir 1847), Augustus (1849) dan Francis (1850). Setelah tiga anaknya meninggal ketika masih sangat muda, mereka telah memiliki Stephe, Agnes (1858) dan Baden (1860). Ketiga anak termudanya dan Augustus sering sakit-sakitan. Pendeta Powell meninggal ketika Stephe berusia tiga tahun, dan sebagai penghormatan kepadanya serta untuk mengatur anak-anaknya sendiri yang terpisah dari saudara dan sepupu, ibunya (Henrietta Grace Smyth) mengubah nama keluarga menjadi Baden-Powell. Selanjutnya, Stephe dibesarkan oleh ibunya, seorang wanita yang berketatapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada tahun 1933 Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya.[7][9][10] Selepas bersekolah di Rose Hill School, Tunbridge Wells, Stephe dianugerahi beasiswa untuk sekolah di Charterhouse. Perkenalan pertamanya pada kecakapan kepanduan, yakni kecakapan memburu dan memasak hewan - dan menghindari guru - di hutan yang berdekatan, yang juga merupakan kawasan terlarang. Dia juga pandai bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangannya serta gemar bermain peran (drama). Masa liburan banyak dihabiskannya dengan melakukan ekspedisi pelayaran atau bermain kano dengan saudara-saudaranya.[7] Karier Ketentaraan Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan Hussars ke-13 di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin Pasukan Dragoon ke-5.[11] Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan raja Zulu Dinizulu pada awal 1880an di provinsi Natal, Afrika Selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya.[12] Pada tahun 1896, Baden-Powell ditugaskan ke daerah Matabele di Rhodesia Selatan (sekarang dikenal dengan nama Zimbabwe) sebagai Kepala Staf di bawah Jenderal Frederick Carrington selama Perang Matabele Kedua, dan disanalah pertama kalinya ia bertemu dengan orang yang nanti menjadi sahabat karibnya, Frederick Russell Burnham, tentara kelahiran Amerika Serikat yang menjabat sebagai kepala pasukan pengintai Inggris. Keberadaannya di sana akan menjadi pengalaman yang sangat penting, bukan hanya karena Baden-Powell berkesempatan memimpin misi sulit di wilayah musuh, tetapi saat-saat itulah Ia banyak mendapat inspirasi untuk membuat sistem pendidikan kepanduan. Ia bergabung dengan tim pengintai (mata-mata) di Lembah Matobo. Burnham mulai mengajari woodcraft kepada Baden-Powell, keahlian yang juga memberikan inspirasi untuk menyusun program/ kurikulum dan kode kehormatan kepanduan. Woodcraft adalah keahlian yang banyak dikenal dan dikuasai di Amerika, tetapi tidak dikenal di Inggris. Keahlian itulah cikal bakal dari apa yang kiri sering disebut Ketrampilan Kepramukaan. Keduanya menyadari bahwa kondisi alam dan peperangan di Afrika jauh berbeda dengan di Inggris. Maka mereka merencanakan program pelatihan bagi pasukan tentara Inggris agar mampu beradaptasi. Program pelatihan itu diberikan pada anak-anak muda, isinya penuh dengan materi-materi tentang eksplorasi, trekking, kemping dan meningkatkan kepercayaan diri. Saat itu juga merupakan kali pertama bagi Baden Powell mengenakan topi khasnya (Burnham mirip topi koboi) sebagai pengenal dan hingga kini masih digunakan oleh anggota kepanduan di seluruh dunia. Selain itu, Baden-Powell juga menerima sangkakala (terompet) kudu, peralatan dalam Perang Ndebele. Terompet itu nantinya ditiup setiap pagi untuk membengunkn para peserta Perkemahan Kepanduan pertama di Kepulauan Brown sea. Baden-Powell pada sebuah kartu pos patriotik pada tahun 1900 Tiga tahun kemudian, di Afrika Selatan selama Perang Boer II. Baden-Powell ditempatkan di kota kecil bernama Mafeking dengan jumlah pasukan Boer yang jauh lebih banyak dari pada di tempat sebelumnya. The Mafeking Cadet Corps adalah sekelompok anak muda yang bertugas membawakan pesan untuk pasukan lain. Meskipun mereka tidak berpengalaman dalam menghadapi musuh, mereka berhasil melawan musuh mempertahankan kota (1899–1900), dan kejadian inilah yang juga menjadi salah satu faktor yang mengilhami Baden-Powell dalam membuat materi kepanduan. Setiap orang dalam pasukan itu menerima bedge penghargaan berbentuk jarum kompas yang dikombinasikan dengan ujung anak panah. Bedge ini bentuknya mirip dengan fleur de lis, logo yang hingga kini digunakan sebagai logo organisasi kepanduan di banyak negara di dunia. Di Inggris Raya, orang-orang membaca berita prestasi Baden-Powell dalam memimpin Pasukan Mafeking sehingga di negara asalnya itu, ia menjadi “Pahlawan Nasional”. Hal ini memberikan keuntungan, karena buku kecil yang ditulisnya “Aids to Scouting” menjadi terjual laris. Sekembalinya ke Inggris, Ia melihat bukunya telah populer dan banyak digunakan para guru untuk mendidik muridnya, dan juga para pemuda yang aktif dalam organisasi. Karena itulah, Ia diminta untuk menulis ulang bukunya tersebut agar mudah dipahami oleh anak muda, terutama untuk anggota Boys’ Brigade, sebuah orgaisasi kepemudaan yang besar dan bernuansa militer. Baden-Powell mulai berpikir kemungkinan hal ini bisa berkembang jauh lebih besar. Ia mulai mempelajari materi lain yang bsa menjadi bahan pelajaran dalam kepanduan. Juli 1906, Ernest Thompson Seton mengirimi Baden-Powell salinan bukunya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, adalah orang Kanada yang lahir di Inggris dan tinggal di Amerika Serikat. Ia bertemu dengan aden-Powell bulan Oktober 1906, dan mereka saling berbagi ide tentang program pelatihan bagi pemuda. Tahun 1907, Baden-Powell menulis draft buku berjudul Boy Patrols. Pada tahun yang sama, untuk menguji idenya, Ia mengumpulkan 21 pemuda dengan latar belakan bermacam-macam (yang diundang dari beberapa sekolah khusus laki-laki di London, yakni Poole, Parkstone, Hamworthy, Bournemouth, dan Winton Boys’ Brigade units) dan mengadakan perkemahan selama seminggu di Brownsea Island, Poole Harbour, Dorset, Inggris. Metode yang diterapkan dalam perkemahan itu adalah memberikan kesempatan pada para pemuda tersebut untuk mengatur kelompok mereka sendiri dengan membentuk kelompok kecil dan memilih salah satu anggota kelompok sebagai pemimpin. Brownsea, 1908 Musim panas 1907, Baden-Powell melakukan promo dan bedah buku barunya, “Scouting for Boys”. Ia tidak sekedar menulis ulang buku “Aids to Scouting” yang lebih banyak materi kemiliterannya. DI buku yang baru itu, aspek kemiliterannya diperkecil dan digantikan dengan teknik-tekni non-militer (terutama survival) seperti pioneering dan penjelajahan. Ia juga memasukka perinsip edukasi yang inovatif, disebut Scout method (metode kepramukaan). Ia juga berkreasi dengan membuat game-game menarik sebagai sarana pendidikan mental. Scouting for Boys awalnya diperkenalkan di Inggris pada Januari 1908 dalam 6 jilid. Pada tahun yang sama, buku tersebut dicetak dalam bentuk satu buku utuh. Sampai saat ini, buku tersebut di peringkat ke empat dalam daftar buku bestseller dunia sepanjang masa. Mulanya, Baden-Powell diminta menjadi “pembina” organisasi The Boys’ Brigade, yang didirikan William A. Smith. Kemudian, karena popularitasnya semakin meningkat serta tulisannya tentang petualangan-petualangan di alam terbuka, banyak pemuda yang mulai membentuk kelompok kepanduan dan Baden-Powell “kebanjiran order” untuk menjadi pembina kelompok-kelompok itu. Mulai saat itulah Gerakan Kepanduan (Scout Movement) mulai berkembang dengan pesat. Pulang ke Inggris Setelah kembali, Baden-Powell mendapati buku panduan ketentaraannya "Aids to Scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda. Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid. Kanak-kanak remaja membentuk "Scout Troops" secara spontan dan gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan Boys' Brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di Crystal Palace di London pada 1908, di mana Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri yang pertama. Pandu Puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell. Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, Baden Powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka. Pada Januari 1912 Baden-Powell bertemu calon isterinya Olave Soames di atas kapal penumpang (Arcadia) dalam perjalanan ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia. Olave berusia 23, Baden-Powell 55, dan mereka berkongsi tanggal lahir. Mereka bertunangan pada September tahun yang sama dan menjadi sensasi pers, mungkin karena ketenaran Baden-Powell, karena perbedaan usia seperti itu lazim pada saat itu. Untuk menghindari gangguan pihak pers, mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912. Dikatakan bahwa Baden-Powell hanya memiliki satu petualangan lain dengan wanita (pertunganannya yang gagal dengan Juliette Magill Kinzie Gordon). Pramuka Inggris menyumbang satu penny masing-masing dan mereka membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan, yaitu sebuah mobil Rolls Royce. ‹‹‹››› Perang Dunia I dan kejadian-kejadian selanjutnya Ketika pecah Perang Dunia I pada tahun 1914, Baden-Powell menawarkan dirinya kepada Jabatan Perang. Tiada tanggung jawab diberikan kepada beliau, sebab, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener: "dia bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi dia tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts." Kabar angin menyatakan Baden-Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut. Baden-Powell dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris pada tahun 1937, dan dianugerahi 28 gelar lain dari negara-negara asing. Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya: Man, Nation, Maiden Please call it Baden. Further, for Powell Rhyme it with Noël. Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang. Keluarga Baden-Powell memiliki tiga anak – satu anak laki-laki dan dua perempuan (yang mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929; anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941: Peter, kemudian 2nd Baron Baden-Powell (1913-1962) Hon. Heather Baden-Powell (1915-1986) Hon. Betty Baden-Powell (1917-2004) yang pada 1936 menikah dengan Gervase Charles Robert Clay (lahir 1912 dan memiliki 3 anak laki-laki dan 1 perempuan) Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisis mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk berehat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941. Pada 1938 Royal Academy of Sweden menganugerahkan Lord Baden-Powell dan semua gerakan Pramuka hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 1939. Tapi pada 1939 Royal Academy memutuskan untuk tidak menganugerahkan hadiah untuk tahun itu, karena pecahnya Perang Dunia II. Pergerakan Pramuka dan Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, tanggal lahir bersama Robert dan Olave Baden-Powell, untuk memperingati dan meraikan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia. Kehidupan pribadi Olave Baden-Powell Pada bulan Januari 1912, Baden-Powell melakukan perjalanan menuju New York dalam Perjalanan Dunia Kepanduan, dengan menggunakan kapal laut Arcadian, pada saat ia bertemu dengan Olave St Clair Soames.[13][14] Dia berumur 23 tahun, sementara Baden-Powell berumur 55 tahun; mereka memiliki tanggal lahir yang sama, 22 Februari. Mereka menjadi tunangan di bulan September pada tahun yang sama, causing a media sensation due to Baden-Powell's fame. Untuk menghindari gangguan media massa, mereka menikah secara rahasia pada tanggal 31 Oktober 1912, di Gereja St Petrus, Parkstone.[15] Kepanduan Inggris masing-masing menyumbangkan satu penny untuk membelikan hadiah pernikahan untuk Baden Powell, sebuah mobil (note that this is not the Rolls-Royce they were presented with in 1929). Terdapat monumen pernikahan mereka dalam Gereja St Maria, Pulau Brownsea. Makam Baden-Powell Baden-Powell dan Olave tinggal di Pax Hill dekat Bentley, Hampshire dari 1919 sampai 1939.[16] Rumah Bentley diberikan kepada ayahnya.[17] Directly after he had married, Baden-Powell began to suffer persistent headaches, which were considered by his doctor to be of psychosomatic origin dan treated with analisis mimpi.[7] The headaches disappeared upon his moving into a makeshift bedroom set up on his balcony. Baden-Powell dengan istrinya dan ketiga anaknya, 1917 Baden-Powell memiliki tiga anak, satu laki-laki (Peter) dan dua perempuan. Peter succeeded in 1941 to the Baden-Powell barony.[18] Arthur Robert Peter (Peter), menyandang gelar Baron Baden-Powell ke-2 (1913–1962). Ia menikah dengan Carine Crause-Boardman pada tahun 1936, dan memiliki tiga anak: Robert Crause, later 3rd Baron Baden-Powell; David Michael (Michael), current heir to the titles, and Wendy. Heather Grace (1915–1986), ia menikah dengan John King dan memiliki dua anak: Michael, wafat ketika insiden tenggelamnya SS Heraklion, dan Timothy; Betty (1917–2004), ia menikah dengan Gervas Charles Robert Clay pada tahun 1936 dan mempunyai seorang anak perempuan: Gillian, dan tiga anak laki-laki: Robin, Nigel and Crispin. Pada suatu ketika, saudara perempuan Olave bernama Auriol Davidson alias Soames meninggal pada tahun 1919, Olave dan Robert mengambil tiga keponakan, Christian (1912–1975), Clare (1913–1980), dan Yvonne, (1918–1995?), dalam keluarga mereka dan menganggap mereka sebagai anak mereka sendiri.[19] Pada tahun 1939, Baden-Powell dan Olave pindah ke Nyeri, Kenya, dekat Gunung Kenya, di mana ia sebelumnya telah beristirahat. Sebuah rumah sebesar ruangan kecil, yang dinamakan Paxtu, berlokasi di kawasan Hotel Outspan, milik Eric Sherbrooke Walker, sekretaris pribadi pertama Baden-Powell dan salah satu inspektur kepanduan pertama.[7] Walker juga memiliki Treetops Hotel, kira-kira sejauh 17 km dari pegunungan Aberdare, sering dikunjungi oleh Baden-Powell and masyarakat Happy Valley set. Pondok Paxtu disatukan ke dalam bangunan Hotel Outspan dan berfungsi sebagai museum kepanduan kecil. Baden-Powell meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 dan dimakamkan di pemakaman St. Peter, Nyeri. [20] His gravestone bears a circle with a dot in the centre "ʘ", which is the trail sign for "Going home", atau "I have gone home":[21] Ketika Olave istrinya wafat, her ashes were sent to Kenya dan interred beside her husband. Kenya mendirikan sebuah monumen nasional Makam Baden-Powell.[22] Kepercayaan pribadi Poster propaganda Perang Dunia I yang dibuat oleh Baden-Powell Tim Jeal, menulis sebuah biografi Baden-Powell, argued that Baden-Powell's distrust of communism led this implicit support, through naïveté, of fascism. Pada tahun 1939, Baden-Powell dalam buku hariannya menulis: "Lay up setiap hari. Baca Mein Kampf. Sebuah buku menakjubkan, dengan pemikiran bagus terhadap pendidikan, kesehatan, propaganda, organisasi , dan lainnya. – dan pemikiran dari Hitler tidak diprakterkan didalam dirinya."[7]:550 Baden-Powell admired Benito Mussolini early dalam karir sebagai pimpinan fasis Italia. Some very early Scouting "Thanks" badges had a simbol swastika on them.[23] Dalam biografi yang ditulis oleh Michael Rosenthal, Baden-Powell memakai swastika karena beliau merupakan seorang simpatisan Nazi. Jeal, however, argues that Baden-Powell was ignorant of the symbol's growing association with Nazisme and that he used the symbol for its centuries-old meaning of "good luck" di India. Selain itu juga, Baden-Powell was named by the Nazis di "The Black Book of people to be arrested during the conquest of Britania Agung. Scouting was regarded as a dangerous spy organisation by the Nazis.[24] Finally, when Nazi use of the swastika became well-known, the Scouts stopped using it. Karya dan tulisan Baden-Powell membuat lukisan dan menggambar setiap hari dalam hidupnya. Most have a humorous or informatif character.[7] Beliau mempublikasikan buku dan teks lainnya selama his years of military service both to finance his life dan pendidikan dirinya.[7] Baden-Powell was regarded as an excellent storyteller. During his whole life he told "ripping yarns" to audiences.[7] After having published Scouting for Boys, Baden-Powell kept on writing more buku pegangan dan bahan pendidikan untuk seluruh anggota kepanduan, as well as directives for Scout Leaders. In his later years, he also wrote about the Scout movement and his ideas for its future. He spent the last decade of his life di Afrika, and many of his later books had African themes. Currently, many pages of his field diary, complete with drawings, disimpan di Museum Kepanduan Nasional di Irving, Texas. Seksualitas Early discussion of Baden-Powell's sexuality focused on his relationship with his close friend Kenneth McLaren.[25]:217–218[26]:48 Tim Jeal's later biography discusses the relationship and finds that there is no conclusive evidence that this friendship was physical.[7]:82 Jeal then examines Baden-Powell's views on women, his appreciation of the male form, his military relationships, and his marriage, concluding that Baden-Powell might have been a repressed homosexual.[7]:103 Jeal's conclusion is shared by some biographers and disputed by others, but is not yet examined in any detail by other scholars.[27]:6 Karya Buku militer 1884: Reconnaissance and Scouting 1885: Cavalry Instruction 1889: Pigsticking or Hoghunting 1896: The Downfall of Prempeh 1897: The Matabele Campaign 1899: Aids to Scouting for N.-C.Os and Men 1900: Sport in War 1901: Notes and Instructions for the South African Constabulary 1914: Quick Training for War Buku kepanduan 1908: Scouting for Boys 1909: Yarns for Boy Scouts 1912: The Handbook for the Girl Guides or How Girls Can Help to Build Up the Empire (berkolaborasi dengan Agnes Baden-Powell) 1913: Boy Scouts Beyond The Sea: My World Tour 1916: The Wolf Cub's Handbook 1918: Girl Guiding 1919: Aids To Scoutmastership 1921: What Scouts Can Do: More Yarns[28] 1922: Rovering to Success 1929: Scouting and Youth Movements est 1929: Last Message to Scouts[29] 1935: Scouting Round the World Buku lainnya 1905: Ambidexterity (berkolaborasi dengan John Jackson) 1915: Indian Memories 1915: My Adventures as a Spy[30] 1916: Young Knights of the Empire: Their Code, and Further Scout Yarns[31] 1921: An Old Wolf's Favourites 1927: Life's Snags and How to Meet Them 1933: Lessons From the Varsity of Life 1934: Adventures and Accidents 1936: Adventuring to Manhood 1937: African Adventures 1938: Birds and Beasts of Africa 1939: Paddle Your Own Canoe 1940: More Sketches Of Kenya Seni patung 1905 John Smith[32] Cover pertama dari Scouting for Boys, Januari 1908 Styles Nama keluarga resmi berubah dari Powell untuk Baden-Powell oleh Lisensi Royal pada tanggal 30 April 1902.[18] 1857–1860: Robert Stephenson Smyth Powell 1860–1876: Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 1876: Sub-Letnan Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 1876–1884: Letnan Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 1884–1892: Kapten Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 1892–1896: Mayor Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 1896-25 April 1897: Mayor (Bvt. Letnan Kolonel) Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 25 April – 8 Mei 1897: Letnan Kolonel Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 7 Mei 1897–1900: Letnan Kolonel (Bvt. Kolonel) Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 1900–1901: Mayor Jenderal Robert Stephenson Smyth Baden-Powell 1901–1907: Mayor-Jenderal Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, CB 1907–3 October 1909: Letnan Jenderal Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, CB 3 October – 9 November 1909: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, KCVO, CB 9 November 1909–1912: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, KCB, KCVO 1912–1921: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, KCB, KCVO, KStJ 1921–1923: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, Bt., KCB, KCVO, KStJ 1923–1927: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, Bt., GCVO, KCB, KStJ 1927–1929: Letnan Jenderal Sir Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, Bt., GCMG, GCVO, KCB, KStJ 1929–1937: Letnan Jenderal The Right Honourable The Lord Baden-Powell, GCMG, GCVO, KCB, KStJ 1937–1941: Letnan Jenderal The Right Honourable The Lord Baden-Powell, OM, GCMG, GCVO, KCB, KStJ Lihat pula Ikon portal Portal Biografi Gedung Baden-Powell Monumen kepanduan Catatan ^ "Ashanti Campaign, 1895". The Pine Tree Web. Diakses 2006-12-02. ^ "Matabele Campaign". The Pine Tree Web. Diakses 2006-12-02. ^ "Queen's South Africa Medal". The Pine Tree Web. Diakses 2006-12-02. ^ "Kings's South Africa Medal". The Pine Tree Web. Diakses 2006-12-02. ^ "Fact Sheet: The Silver Buffalo Award". Fact sheet. Boy Scouts of America, Troop 14. 1926. Diakses 2006-12-02. ^ "The Library Headlines". ScoutBase UK. Diakses 2006-12-02. ^ a b c d e f g h i j k Jeal, Tim (1989). Baden-Powell. London: Hutchinson. ISBN 0-09-170670-X. ^ "The life of Robert Stephenson — A Timeline". Robert Stephenson Trust. Diakses 13 Oktober 2009. ^ Palstra, Theo P.M. (April 1967). Baden-Powel, zijn leven en werk. Den Haag: De Nationale Padvindersraad. ^ Drewery, Mary (1975). Baden-Powell: The Man Who Lived Twice. London: Hodder and Stoughton. ISBN 0-340-18102-8. ^ Barrett, C.R.B. (1911). History of The XIII. Hussars. Edinburgh and London: William Blackwood and Sons. Diakses 2 January 2007. ^ Baden-Powell, Sir Robert (1915). "My Adventures As A Spy". Pine Tree Web. Diakses 17 June 2009. ^ Baden-Powell, Olave. "Window on My Heart". The Autobiography of Olave, Lady Baden-Powell, G.B.E.as told to Mary Drewery. Hodder and Stoughton. Diakses 16 November 2006. ^ "Fact Sheet: The Three Baden-Powell's: Robert, Agnes, and Olave" (PDF). Girl Guides of Canada. Diarsipkan dari aslinya tanggal 9 March 2008. Diakses 2 January 2007. ^ "Olave St Clair Baden-Powell (née Soames), Baroness Baden-Powell; Robert Baden-Powell, 1st Baron Baden-Powell". National Portrait Gallery. Diakses 16 November 2006. ^ "Wey people, the big names of the valley". Wey River freelance community. Diakses 29 April 2007. ^ Wade, Eileen K. "Pax Hill". PineTree Web. Diakses 16 November 2006. ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama ThePeerage ^ A tribute to Betty St. Clair Clay née Baden-Powell ^ ""B-P" – Chief scout of the world". Baden-Powell. World Organization of the Scout Movement. Diarsipkan dari aslinya tanggal 30 September 2007. Diakses 16 November 2006. ^ Robert Stephenson Smyth Baden-Powell di Find a Grave ^ Olave St. Clair Baden-Powell di Find a Grave ^ "Boy Scout medal with fleur-de-lis and swastika, 1930s". The Learning Federation. Diakses 3 September 2008. ^ Schellenberg, Walter (2000). "Invasion, 1940: The Nazi Invasion Plan for Britain". Imperial War Museum (London: St Ermin's Press). ^ Brendon, Piers (1979). Eminent Edwardians. Martin Secker & Warburg. ISBN 0-436-06810-9. ^ Rosenthal, Michael (1986). The Character Factory: Baden-Powell and the Origins of the Boy Scout Movement. Pantheon Books. ISBN 0-394-51169-7. ^ Block, Nelson R.; Proctor, Tammy M., ed. (2009). Scouting Frontiers: Youth and the Scout Movement’s First Century. Newcastle upon Tyne: Cambridge Scholars Publishing. hlm. 6. ISBN 1-4438-0450-9. ^ Lord Baden-Powell of Gilwell (1921). What Scouts Can Do: More Yarns. Diakses 1 Agustus 2007. ^ "B-P prepared a farewell message to his Scouts, for publication after his death". Scouts.org. ^ My Adventures as a Spy, di Proyek Gutenberg ^ Young Knights of the Empire: Their Code, and Further Scout Yarns, di Proyek Gutenberg ^ "John Smith". The Library of Virginia. Diakses 29 Juli 2007. Baca juga: biografi Begbie, Harold (1900). The story of Baden-Powell: The Wolf that never Sleeps, di Proyek Gutenberg. London: Grant Richards. Kiernan, R.H. (1939). Baden-Powell. London: Harrap. Saunders, Hilary St George (1948). The Left Handshake. Palstra, Theo P.M. (April 1967). Baden-Powel, zijn leven en werk. Den Haag: De Nationale Padvindersraad. Drewery, Mary (1975). Baden-Powell: the man who lived twice. London: Hodder and Stoughton. ISBN 0-340-18102-8. Brendon, Piers (1980). Eminent Edwardians. Houghton Mifflin Company. ISBN 0-395-29195-X. Jeal, Tim (1989). Baden-Powell. London: Hutchinson. ISBN 0-09-170670-X. Hillcourt, William; Olave, Lady Baden-Powell (1992). Baden-Powell: The Two Lives Of A Hero. New York: Gilwellian Press d/b/a Scouter's Journal Magazine. ISBN 0-8395-3594-5. "Robert Baden-Powell, Founder of the World Scout Movement, Chief Scout of the World". Pine Tree Web. Diakses 29 Juli 2007.

Rabu, 26 Maret 2014

DESA TEMBELANG KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES

DESA TEMBELANG Tembelang adalah sebuah desa di kecamatan jatibarang kabupaten brebes jawa tengah. Tembelang konon berasal dari kata mbel-mbel dan ilang artinya yaitu dulu tembelang akan menjadi lautan dengan keluarnya air yang mbel-mbel namun tumbuhlah pohon yang namanya pohon kethos yang tumbuh diatas tanah kuburan sesepuh desa dan kemudian diseraplah air tersebut hingga hilang maka jadilah desa tembelang.dan pohon tersebut adalah warisan yang berharga dan tidak bisa ditebang.Tembelang sangat strategis karena merupakan jalur penghubung 4 desa yakni pedeslohor(arah timur desa tembelang), pamengger(selatan), kramat(utara) dan rengas bandung(barat). Tembelang dipimpin oleh sebuah kepala desa perempuan dan warganya hidup dengan damai. Usaha yang digeluti warga yaitu petani, pedagang, tukang dan banyak pula yang merantau. Mayoritas warga beragama islam bahkan mungkin 100% dan mempunyai 10 tempat ibadah yaitu 9 musolah dan 1 masjid. Masjid jami al ittihad berada di selatan desa dan musolanya yaitu: al amin, al ikhlas,baitulridho,istikomah,baetul makmur, baetul rahman dan ada beberapa lagi. Dan Tembelang juga mempunyai 2 madrasah yang satu depan masjid dan yang satunya lagi utara desa tepatnya samping balai desa dan 2 SDN. Jika anda mampir di sini malam-malam dan anda merasa lapar, anda tidak perlu bingung karena disini ada beberapa warung makan yang bisa dihampiri. Warung mas boy, mas jhon, mie ayam ibu kuri, pecel lele, dan banyak toko di pinggir jalan kalau mau beli rokok. Kuburan desa berada sebelah barat dekat ricemill dan lapangan bola. dulunya seh kuburan berada ditengah desa namun sekarang tanahnya udah dibangun SDN2.Pemuda desa tembelang ganteng-ganteng dan cantik-cantik dan suka berorganisasi atau berkelompok dibuktikan dengan banyaknya pembuatan kaos gank missal netral, sheak, ganes(generation of netral sheack), irex(ikatan remaja kidul), bonex(bocah nekat), kumprunk, jibril(jiwa brandalingat ilahi), apink(anak pinggiran kulon),chricilz (kaum ilmu lelenggis ketos) , boganesa (bocah gabungan nexat and sadiz) , apior dll. biasanya tiap genk mempunyai acara sendiri2 tiap tahunya yaitu mengadakan tour dengan menggunakan bus. moga makin kompak dan maju jaya .

Kamis, 27 Februari 2014

cara ngehack fb termudah terbaru

Cara Hack Akun Facebook Termudah Dari Hp ( No Hoax )


- yang like semoga masuk surga -



Berikut niat jahat saya, hahaha

1. Kamu harus tau Email si korban
yang mau di hack

2. Pastinya kamu memiliki Akun
Yahoo! Mail atau yg sering kita sebut YM. Akun Gmailpun gk masalah.

3. Untuk HP Masuk ke m.facebook.com/
0.facebook.com Untuk Pc ke
www.facebook.com

4. Terus kamu login ke facebook
menggunakan Email si korban.

5. Isi password terserah anda

6. Setalah itu masuk atau tekan Enter

7. Apabila password salah, klik 'Minta kata sandi baru'

8. Dan kamu akan di
bawa ke halaman yang menyuruh
memasukan beberapa info. Di
antaranya:

*Masukkan email atau nomor telepon Anda.
*Masukkan nama pengguna Facebook Anda.
*Masukkan nama Anda dan nama seorang teman
Anda. Nah setelah itu, masukan email
si korban di bawah tulisan 'Masukkan
email atau nomor telepon Anda.'
Sesudah memasukan Email si korban. klik Pencarian Setelah mengklik
pencarian anda akan di melihat tulisa seperti berikut: "Jika Anda yakin ini
akun Anda, klik Atur Ulang Kata
Sandi. Kami akan mengirimi Anda
email, SMS, dan/atau menelepon untuk mengatur ulang kata sandi. SMS
*********7599 Tidak punya akses ke
sini lagi? XXX Pengguna
Facebook Jika Anda mengalami
masalah lain dalam mengakses akun
Anda, silakan lihat Halaman Bantuan untuk Masalah Masuk Log kami."

Maka yanga anda lakukan adalah klik 'Tidak punya akses ke sini lagi? ' pada tulisan biru di atas tadi. Kalau sudah masuk ke halaman "Mencoba Mendapatkan akses ke Email Anda" Ada pilihan untuk meng-set ulang sandi anda di pilhan email berikut: *Gmail
*Windows Live Hotmail *Yahoo! Mail
Pilih Akun Email yang sudah anda
punya, entah itu Gmail atau YM.
Misalkan anda punya akun YM yang
belum di tambahkan ke fb, misalnya
anda punya YM. Klik Yahoo! Mail
Setelah itu masukan alamat email Y
M anda (bukan email si korban) Na
pasti kalian akan dapat pesan dari
facebook di akun YM anda.

Klik link yang di berikan oleh facebook, gunanya adalah untuk meng-reset atau
menyetel ulang kata sandi. Setalah
mengklik link dari facebook Masukan kata sandi baru yang ingin anda hack fbnya.

Dan tarraaa..!! kmu sudah bisa
membobol akun fb yang kamu hack
tadi. Baiklah hanya itu yang dapat
saya bagika, Trik ini sukses buat orang
yang cermat! Saya saja puas kalo mau
ngehack, tapi saya ini orangnya baik hati dan tidak sombong :DD

video

http://www.youtube.com/channel/UCoJVzIKCGyv1e5RomnSIXlw
jangan lupa like eah .........................

Kamis, 30 Januari 2014

tugas



TUGAS PENJASKES
“BOLA BASKET”


re.jpg


ANGGOTA KELOMPOK :
Ø MARWANTO (011)
Ø M.JUFRON (013)
Ø SEPTIAN ANDRE K.



SMK MADANI BREBES











BAB I
PENDAHULUAN

         A.    Latar Belakang
Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri dari dua tim yang beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang milik lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena bisa dilakukan di ruang  terbuka dan di ruang tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Selain itu Bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di seluruh dunia, antara lain di Eropa Selatan, Amerika Selatan, Lithuania, China, dan juga di Indonesia.

       B.     Tujuan
Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga setiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain.
Permainan Bola Basket dilakukan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerang dan memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke keranjang lawan, dan sebisa mungkin menjaga keranjangnya sendiri agar tidak kemasukan oleh lawan.
Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yaitu : menggiring bola (dribbling), mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), serta menembak (shooting).
Ketiga unsur teknik tersebut berkembang menjadi beberapa teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass), dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai sebagai tumpuan.

BAB II
PEMBAHASAN

        A.    Sejarah
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield,Massachusetts, beliau membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswanya pada masa liburan musim dingin di New England. Karena terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Dr. James Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada tanggal 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

       B.     Lapangan, Waktu, Ukuran Bola dan Jumlah Pemain Bola Basket
       ASD.jpg 1)      Lapangan yang digunakan untuk permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
       2)      Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
      3)      Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
      4)      Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm.
      5)      Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter.
      6)      Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
      7)      Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
      8)      Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.
       9)      Ada tiga jenis ukuran bola basket, 5, 6, atau 7. Bola yang biasa dipakai adalah bola ukuran 7. Bola 5 biasa dipakai pada pertandingan resmi tingkat SD, bola 6 biasa dipakai pada pertandingan resmi tingkat SMP ukuran bola basket standar adalah 29,5 Inci.

       C.    Peraturan Permainan Bola Basket
Aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh pemain dalam permainan Bola Basket adalah sebagai berikut :
      1.      Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
      2.      Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
      3.      Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
      4.      Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
      5.      Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Dan pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
      6.      Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
      7.      Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
       8.      Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan.
      9.      Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum diatas.
      10.  Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
      11.  Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
     12.  Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
     13.  Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

      D.    Teknik Dasar Permainan Bola Basket
Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.
Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap bola di depan dada.
Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass).
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantulkan bola beberapa kali ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
Crossover
Crissover merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik ini adalah Jamal Crawford - Atlanta Hawks)
Lay-up
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.
Pivot
Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat.
Shooting
Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.

BAB III


PENUTUP

      A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas bahwa olahraga basket baik itu di sekolah maupun di tingkat Nasional telah melakukan fungsinya. Namun demikian agar olahraga basket ini arif dan bijaksana, maka perlu ada peningkatan sistem penyelenggaraan yaitu selain memberikan layanan dalam bentuk ekstra kulikuler juga memberikan layanan dalam pertandingan. Hal ini merupakan  bentuk kepedulian Nasional untuk ikut menyehatkan kehidupan bangsa melalui olahraga basket yang tepat, cepat, akurat dan relatif dapat dijangkau oleh kebutuhan masyarakat dan diharapkan mampu menciptakan atlit basket professional khususnya pada cabang olahraga basket yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.
      B.     Saran
Supaya pertumbuhan dan perkembangan olahraga basket berjalan dengan normal, maka sebagai olahragawan, harus memotivasi dan merangsang masyarakat umum ( masyarakat/siswa ) dalam pertumbuhan dan perkembangan untuk mencintai olahraga supaya keingintahuan tentang dunia olahraga bertambah. Supaya generasi yang akan datang lebih optimal dalam bidang olahraga sehingga dalam era globalisasi ini bangsa kita tidak tertinggal perkembangannya dalam berbagai bidang terutama dalam bidang olahraga

DAFTAR PUSTAKA


Roji. 2004. Olahraga Bola basket. Jakarta : Erlangga

Suderajat, Hari. 2004. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pembaharuan Pendidikan dalam Undang-undang Sisdiknas 2003. Bandung : CV Cipta CekasGrafika

Suherman, Adang. 2001. Teknik Permainan Bola Basket. Jakarta : Depdiknas

Syarifudin. 1998. Pokok-Pokok Pengembangan Program Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Jakarta : Depdikbud

____________________ 2004. Kurikulum 2004 Pendidikan Jasmani. Jakarta : Depdik